Media Dakwah, Cahaya Islam

Minggu, 20 Maret 2016

MasyaAllah.. Inilah Pengorbanan Rasulullah Dalam Memperjuangkan Islam

loading...
Cahaya Tausiah - Begitu berat risalah dakwah yang diemban Rasulullah Saw di masa Jahiliyah. Bertubi-tubi tekanan, intimidasi dan percobaan pembunuhan oleh kaum  Quraisy kepada Sang Nabi. Bukan hanya Nabi SAW yang ditekan, pengikut setianya pun terancam dan mendapat perlakuan keji oleh pembesar Quraisy.


http://papasemar.com/wp-content/uploads/2015/12/environmentdefencer-wp.jpg


Adalah keluarga Yasir yang datang dari Yaman, menjadi korban dan syuhada Islam pertama demi mempertahankan akidah.. Dengan gagah berani, Yasir beserta istrinya Sumayyah dan puteranya Ammar, memilih mati daripada kembali murtad dari Islam. Hingga Rasulullah bersabda: “Wahai keluarga Yasir, bersabarlah! Allah telah menjanjikan surga untuk kalian.”

Bukan sesekali percobaan pembunuhan dilakukan atas Nabi Muhammad SAW. Hingga Nabi mendapat perlindungan dari pamannya Abu Thalib yang diakhir hayatnya tidak pernah memeluk Islam. Abu Thalib kemudian meminta kepada keluarga Bani Hasyim dan keluarga Bani Abdul Muthalib agar bersedia melindungi keponakannya dari makar jahat kaum Quraisy. Bani Hasyim san Bani Abdul Muthalib sepakat, kecuali Abu Lahab, paman Rasulullah SAW sendiri, yang sejak awal memusuhi Islam.

Ketika gangguan kaum Quraisy sudah semakin menjadi, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin agar hijrah ke Habasyah untuk menghindari kezaliman dan menyelamatkan agama dari kebuasan orang-orang yang jahil. Pada saat itulah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam. Disusul kemudian Umar bin Khaththab. Kedua tokoh inilah yang paling disegani dan ditakuti di Kota Makkah.

Ketika Islam mulai berkembang di kota Mekkah, bahkan dikenal hingga di luar kota Makkah, sejak itu semakin bertambah lah para pengikutnya. Hal inilah yang membuat kau Quraisy semakin berang dan jengkel. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendiskreditkan Nabi saw dengan stigma yang menyakitkan, seperti penyihir, penyair, peramal, hingga sebutan majnun (gila).

Ujian Dakwah

Kebencian kaum Quraisy kian menjadi-jadi dengan melakukan pemboikotan terhadap keluarga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib selama beberapa tahun. Selama pemboikotan, tidak ada transaksi jual-beli. Akibatnya, pelindung dan pengikut Nabi saw menderita kelaparan, sampai harus memakan daun-daunan.

Beberapa bulan kemudian, Rasulullah dikejutkan dengan terjadinya dua musibah besar dalam tahun itu, yakni wafatnya paman beliau (Abu Thalib), menyusul kemudian Khadijah, istrinya tercinta. Rasulullah amat berduka dengan kepergian kedua orang yang selalu melindungi dan menyokong perjuangan, sampai beliau menyebutnya sebagai tahun kesedihan (‘Aamul hazn). Sejak itu, hanya Allah lah, Rasulullah berserah diri dan memohon perlindungan.

Kematian Abu Thalib, membuat kau Quraish semakin brutal melakukan percobaan pembunuhan terhadap Nabi saw. Bukan hanya diancam, tapi dikejar, hingga Rasulullah keluar kota Makkah menuju Thaif seorang diri dengan harapan mendapat perlindungan dan pembelaan dari kabilah bani Tsaqif. Tetapi, apa yang terjadi, Rasulullah malah dicaci-maki dan dilempari batu hingga kedua kaki beliau terluka.

Upaya menghindari kejaran kaum Quraisy yang semakin ganas, Rasulullah memasuki kebun milik tiga orang bersaudara tokoh Thaif (Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah) untuk bersembunyi. Ketika itu Rasulullah berteduh di bawah pohon  dan nampak beliau bersedih hati. Sebagai manusia biasa dengan segala ketidakberdayaannya, Nabi Muhammad saw pun mengadu seraya berdoa, mengangkat kedua tangannya ke atas langit.
Laporkan iklan?

“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengeluhkan lemahnya kekuatanku, kurangnya dayaku, dan kehinaanku di mata orang-orang jahil. Ya Allah, Ya Arhamar rahimin, Engkaulah pemelihara orang-orang mustad’afin, dan Engkaulah pemeliharaku. Kepada siapa gerangan Engkau telah melepaskan daku? Apakah kepada orang jauh yang memandangku dengan muka masam, atau kepada musuh yang sudah berhasil menguasai keadaanku? Namun, jika Engkau tidak gusar kepadaku, aku tidak peduli. Akan tetapi ampunan-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang telah menerangi kegelapan dan mengendalikan masalah dunia dan akhirat. Jangan sampai aku terkena amarah-Mu dan tertimpa murka-Mu. Hanya kepada-Mu aku mengeluhkan diri sehingga Engkau ridha. Tiada daya dan kekuatan selain pertolongan-Mu yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Kesedihan Nabi menyebabkan turunnya ayat. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih terhadap (kekafiran) mereka, dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu-dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 127-128)

Kemudian Rasulullah kembali ke Mekkah seorang diri. Dalam kesedihannya itulah,  Allah menghibur beliau. Suatu malam Rasulullah diperjalankan dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) hingga ke Sidratul Muntaha dengan menggunakan kendaraan yang disebut buraq.

Ketika itulah dikenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj, sebuah mu’jizat besar yang menjadi buah bibir, membuat geger penduduk Kota Makkah. Bahkan tak sedikit yang kembali murtad setelah Nabi mengisahkan tentang perjalanannya itu. Melalui peristiwa Isra’ Mi’raj itulah Nabi saw dan umatnya mendapat perintah shalat.(Desastian/Islampos)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : MasyaAllah.. Inilah Pengorbanan Rasulullah Dalam Memperjuangkan Islam

0 komentar:

Posting Komentar