loading...
Industri jasa atau pelayanan Amerika Serikat seringkali dikritik karena praktik ketenagakerjaannya.
Restoran bisa saja hanya membayar pelayan dan bartender hanya beberapa dollar dan membiarkan pelanggan untuk memberi tip untuk pelayan.
Restoran bisa saja menaikkan harga makanan sehingga para pekerja bisa mendapat bayaran yang pantas dan tak ada lagi sistem pemberian tip.

Seorang ibu asal Austin, Texas, bernama Aaliyah Cortez tahu benar praktik seperti itu.
Ia adalah bartender dan pelayan di bar lokal selama lebih dari satu tahun.
Ia kemudian mencoba memvisualisasikan polemik itu melalui media sosial TikTok.
Aaliyah menekankan betapa pentingnya tip dari pelanggan untuk pekerja sepertinya.
Dalam videonya yang diunggah di TikTok pada 11 Februari 2020, Aaliyah menunjukkan slip gajinya setelah bekerja total 70 jam.
Aaliyah mendapatkan gaji $150.81 (Rp 2 juta) untuk 70 jam kerja.
Dengan kata lain, Aaliyah dibayar $2.13 (Rp 30 ribu) per jam.
Namun, karena ada potongan pajak, perawatan medis, jaminan sosial dan lain, lain, Aaliyah hanya membawa pulang $9.28 saja (Rp 127 ribu).
Karena gaji yang sangat minim itulah, Aaliyah hanya berharap pada tip yang diberi pelanggannya.
Ia mendapat tip sekitar $700 (Rp 9,5 juta).
Kepada BuzzFeed, Aaliyah berkata ia memutuskan untuk membuat video itu untuk membuka mata orang-orang bagaimana industri pelayanan bekerja.
"Ada undang-undang yang memungkinkan karyawan dibayar di bawah upah minimum, karena itu kami bergantung pada pelanggan untuk membayar upah kami," ucapnya.
"Saya ingin menjelaskan masalah ini dan memberitahu masyarakat tentang pentingnya memberi tip."
Aaliyah memang menekankan bahwa dia menyukai pekerjaannya dan beruntung mendapatkan tips yang baik.
Namun, seandainya bisa, ia lebih memilih sistem yang tidak begitu bergantung pada tip.
"Aku hanya berharap kita semua dibayar secara memadai dan konsisten. Seperti yang Anda lihat, saya tidak mampu hidup dari $ 2,13 per jam, jadi saya hanya mengandalkan kemurahan hati pelanggan saya."
Video Aaliyah telah memicu cukup banyak percakapan online, terutama di Twitter di mana video itu dibagikan oleh pengguna @sxbvna.
Restoran bisa saja hanya membayar pelayan dan bartender hanya beberapa dollar dan membiarkan pelanggan untuk memberi tip untuk pelayan.
Restoran bisa saja menaikkan harga makanan sehingga para pekerja bisa mendapat bayaran yang pantas dan tak ada lagi sistem pemberian tip.

Seorang ibu asal Austin, Texas, bernama Aaliyah Cortez tahu benar praktik seperti itu.
Ia adalah bartender dan pelayan di bar lokal selama lebih dari satu tahun.
Ia kemudian mencoba memvisualisasikan polemik itu melalui media sosial TikTok.
Aaliyah menekankan betapa pentingnya tip dari pelanggan untuk pekerja sepertinya.
Dalam videonya yang diunggah di TikTok pada 11 Februari 2020, Aaliyah menunjukkan slip gajinya setelah bekerja total 70 jam.
Aaliyah mendapatkan gaji $150.81 (Rp 2 juta) untuk 70 jam kerja.
Dengan kata lain, Aaliyah dibayar $2.13 (Rp 30 ribu) per jam.
Namun, karena ada potongan pajak, perawatan medis, jaminan sosial dan lain, lain, Aaliyah hanya membawa pulang $9.28 saja (Rp 127 ribu).
Karena gaji yang sangat minim itulah, Aaliyah hanya berharap pada tip yang diberi pelanggannya.
Ia mendapat tip sekitar $700 (Rp 9,5 juta).
Kepada BuzzFeed, Aaliyah berkata ia memutuskan untuk membuat video itu untuk membuka mata orang-orang bagaimana industri pelayanan bekerja.
"Ada undang-undang yang memungkinkan karyawan dibayar di bawah upah minimum, karena itu kami bergantung pada pelanggan untuk membayar upah kami," ucapnya.
"Saya ingin menjelaskan masalah ini dan memberitahu masyarakat tentang pentingnya memberi tip."
Aaliyah memang menekankan bahwa dia menyukai pekerjaannya dan beruntung mendapatkan tips yang baik.
Namun, seandainya bisa, ia lebih memilih sistem yang tidak begitu bergantung pada tip.
"Aku hanya berharap kita semua dibayar secara memadai dan konsisten. Seperti yang Anda lihat, saya tidak mampu hidup dari $ 2,13 per jam, jadi saya hanya mengandalkan kemurahan hati pelanggan saya."
Video Aaliyah telah memicu cukup banyak percakapan online, terutama di Twitter di mana video itu dibagikan oleh pengguna @sxbvna.
0 komentar:
Posting Komentar